Kolaborasi Teknik Perkapalan dan Teknik Kimia Bahas Transformasi Energi Menuju Industri Perkapalan Berkelanjutan

Teknik Kimia - 09 September 2026 - 12:00 AM

Balikpapan, 26 Agustus 2026 — Program Studi Teknik Perkapalan dan Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Kalimantan (ITK) berkolaborasi dalam kegiatan kuliah tamu yang mengangkat isu transformasi energi di industri perkapalan. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Anthony Basuni Hamzah, Research Fellow Maritime Energy and Sustainable Energy Centre of Excellence (MESD CoE), Nanyang Technological University, Singapore, sebagai narasumber.

Kolaborasi kedua program studi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa Teknik Perkapalan dan Teknik Kimia untuk melihat persoalan energi dari dua perspektif yang saling berkaitan. Teknik Perkapalan berperan dalam pengembangan dan pengoperasian teknologi serta sistem kapal, sementara Teknik Kimia memiliki keterkaitan kuat dengan pengembangan, pengolahan, dan pemanfaatan energi serta bahan bakar alternatif.

Dalam pemaparannya, Dr. Anthony membahas “Transformasi Energi di Industri Perkapalan: Dari Bahan Bakar Fosil ke Energi Bersih.” Materi tersebut menyoroti perubahan yang tengah berlangsung di sektor maritim seiring meningkatnya kebutuhan terhadap sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Transformasi energi di sektor perkapalan tidak hanya berkaitan dengan mengganti bahan bakar konvensional, tetapi juga membutuhkan perubahan pada teknologi kapal, sistem energi, infrastruktur pendukung, hingga kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, mahasiswa dari bidang teknik perkapalan maupun teknik kimia memiliki peran penting dalam menjawab tantangan tersebut melalui penguasaan ilmu dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi energi.

Bagi mahasiswa Teknik Perkapalan, perkembangan menuju energi bersih menuntut pemahaman yang lebih luas mengenai desain kapal, efisiensi energi, sistem propulsi, serta teknologi yang dapat mendukung pengurangan emisi. Sementara itu, mahasiswa Teknik Kimia dihadapkan pada peluang untuk berkontribusi melalui pengembangan bahan bakar dan teknologi energi alternatif, proses konversi energi, serta solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan tidak memandang perkembangan energi bersih hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan inovasi baru di sektor maritim. Mahasiswa Teknik Perkapalan dan Teknik Kimia didorong untuk memperkuat kemampuan akademik, memahami perkembangan teknologi energi, serta membangun pola pikir lintas disiplin.

Pesan penting yang dapat dibawa mahasiswa dari kegiatan ini adalah bahwa masa depan industri perkapalan membutuhkan engineer yang tidak hanya menguasai bidangnya masing-masing, tetapi juga mampu bekerja bersama dengan disiplin ilmu lain. Transformasi menuju energi bersih membutuhkan kolaborasi, kreativitas, dan kesiapan generasi muda untuk menghadapi perubahan teknologi di industri maritim.

Dengan demikian, kolaborasi Teknik Perkapalan dan Teknik Kimia tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah untuk mempersiapkan mahasiswa ITK menghadapi arah baru industri perkapalan yang semakin menuntut efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan energi.